jump to navigation

TRAPPED!!! November 25, 2008

Posted by YuQiW in Uncategorized.
add a comment

Terjebak permainan sendiri…

phuuuf…BODOH!!

GHRRRRR! November 10, 2008

Posted by YuQiW in Uncategorized.
3 comments
www.cartoonchurch.com

www.cartoonchurch.com

Harusnya saya memang marah sama kamu..

Tapi sudah basi!!

that’s not the point bung!!!! November 6, 2008

Posted by YuQiW in Uncategorized.
1 comment so far

seperti dua sisi mata uang..

bersisian..

namun selamanya tidak akan pernah bertemu muka..

itu kamu..

itu aku..

selamanya..

tidak pernah bisa bertemu..

hujan November 4, 2008

Posted by YuQiW in Uncategorized.
4 comments
http://www.unswphotoclub.org/files/images/tears_of_nature.preview.jpg

http://unswphotoclub.org

Seperti hujan yang datang tiba-tiba..lalu berhenti tiba-tiba pula..

Seperti itulah ketika kita bertemu kemarin..

” .. as i walk alone in the cold rain ,

my mind drifted away to the past..

to shot the stars behind the sky
to what we used to be
to the secrets we used to share.. “

What a perfect moment!! October 25, 2008

Posted by YuQiW in Uncategorized.
1 comment so far
beachpictures.blogspot.com

Nyang punya poto : beachpictures.blogspot

What a perfect moment!!

dududududu…

Duduk berdua sore-sore sambil nunggu sunset..

What a perfect moment katanya…

Kata saya juga..

(tapi cuma bisa dalam hati!! sigh !!)

Tersihir..Alakazam!! October 25, 2008

Posted by YuQiW in Uncategorized.
2 comments

Maaf…

Saya terlalu malu untuk bilang terus terang bahwa saya sepertinya memang sudah tersihir..

Alakazam!!!

Dan seperti adegan Ikal sedang jatuh cinta pada A Ling..

Tiba-tiba saja disekitar saya berguguran bunga-bunga..

triiing…triiing…triiiinggg….

Ah…saya mungkin cuma bisa mimpi!!

luv u mom!! October 25, 2008

Posted by YuQiW in Uncategorized.
add a comment

Bocah nakal itu sedikit-sedikit kabur kalau saya lengah.

Sampai kemudian saya pegang bahunya “Febri..jangan lari-lari melulu doong, kakak capek ngejernya niiy..Febri liat apa sih?”

Pelan dia menjawab..tapi mendengarnya saya langsung pengen nangis..

“Kak..Febri mau itu tuuuhh!(sambil menunjuk donat yang menjadi display liputan kami kemarin), nanti temenin Febri beli donat ya kak..ini uangnya, cukup ga ya? donatnya buat mamah di rumah..”

Hiks..ga tau kenapa kalimat Febri yang terakhir itu bikin airmata saya langsung mengambang..

“iya..nanti kalo udah selesai scene yang ini.. donat-donat itu buat Febri kok..ga usah beli, biar kakak yang beliin buat Febri..”

“Beneran kak?asiiik!!donatnya bukan buat Febri kok..buat mamah dirumah..Febri sih udah kenyang makan donat dari tadi”

Saya cuma mengelus kepalanya, hmm..bocah senakal Febri pun ingat mama-nya dirumah.. saya jadi pengen cepet-cepet selesai liputan dan lari ke rumah…(huhuhuhu saya baru bisa ketemu mama seminggu lagi..)

mama..kangeeeeen!!!!

Bandung October 25, 2008

Posted by YuQiW in Uncategorized.
add a comment

Sudah lama tidak pulang ke Bandung..Terakhir ke Bandung Juli lalu, pernikahan sahabat dan tidak sengaja ketemu kamu. Sampai minggu kemarin, ketika saya ditugaskan meliput ke Bandung, ada euphoria yang bikin saya selalu merasa “kesambit” kalo mau ke Bandung.

Sampe di Leuwi Panjang saya sudah termehe-mehe melihat angkot ijo-ijo jurusan Soreang Leuwi Panjang..hmm, saya masih ingat..suatu ketika bersama kamu saya harus berangkat nyubuh untuk mengantarmu ke Rumah Sakit Soreang..mengantarkan map coklat berisi lamaran kerja..saat itu kita berdua ga punya uang..cuma pas buat ongkos saja..dan sampe sore cuma makan siomay di pelataran mesjid rumah sakit..hehehe

Di Dipati Ukur..lagi-lagi ingatan tentang kamu muncul lagi.. Di depan perpus, ketika “proposal” itu kamu ajukan ke saya.. Proposal yang bikin saya benci sama kamu sampai sekarang.

Dago – Cihampelas – Gasibu – Cicaheum – Kamu..kamu…kamu…kamu….sigh!

Ah..sudahlah..saya memang sudah sangat lelah terus-menerus berpikir tentang kamu. Saya memang sudah teramat sakit sampai – sampai saya kebal jika sakitnya timbul karena kamu.

Tujuh tahun di Bandung, cerita tentang kamu disana.

Cerita yang harusnya sudah saya tutup dari dulu. ..

Sawondarek October 25, 2008

Posted by YuQiW in Uncategorized.
2 comments

“Henok, Omri..bisa tangkap ikan di laut kah?” tanya saya

“Jangan kakak…kalo kakak suruh kami tangkap ikannya, nanti ikannya mati…Kalau ikannya mati..nanti TUHAN marah sama kami..kalau TUHAN marah sama kami..Kami takut kakak..nanti kami mati juga…”

Mendengar jawaban polos mereka saya tersenyum, kesederhanaan sudah ditanamkan sejak kecil di Sawondarek. Pulau kecil di Raja Ampat Papua, hanya berpenghuni 48 kepala keluarga. Pulau kecil yang baru berusia 8 tahun, belum ada listrik, sinyal telepon, bahkan transportasi pun hanya menunggu kalau kapal singgah saja.

Pulau itu dulu hanya hutan, tak berpenghuni. Tapi kemudian, sebagian warga Yenbekuan (pulau tetangga) melakukan eksodus ke Sawondarek karena berbeda prinsip dengan penduduk asli Yenbekuan.

“Dulu..kami tinggal di tepi pantai saja..pakai tenda dari kayu dan kain..tapi kalau laut pasang kami kesusahan..akhirnya kami buat rumah dari kayu-kayu di hutan…tapi ada peraturan adat, model rumah harus seragam..tidak boleh beda…” kata Bapak kepala desa

Hanya dua hari saya disana…tapi saya seperti tersentil berkali-kali…disana saya belajar banyak tentang “merasa cukup”.

Merasa cukup..bersyukur atas nikmat TUHAN..ketika Henok dan teman-temannya saya suruh menangkap ikan..mereka tidak mau karena memancing atau menangkap ikan dengan alat apapun dilarang keras , padahal laut terbentang luas di depan mata..padahal, jarak ikan dengan bibir pantai sangat dekat sekali. Ya..karena merasa “aman” tidak akan ditangkap, ikan-ikan pun leluasa bermain sampai bibir pantai.

“Tuhan sudah atur kita punya rejeki..alam ini rejeki buat kami. Kami harus jaga baik-baik buat anak-anak nanti” . Sederhana saja, menjaga alam buat warisan anak-anak kelak, mengambil secukupnya untuk hari ini. Besok? usaha lagi, cari lagi…

Penduduk hidup dengan jatah “rejeki”nya masing-masing dari Tuhan. Yang mata pencahariannya nelayan, rejekinya di laut. Tapi bukan laut wilayah Sawondarek. Nelayan baru boleh mengambil ikan setelah berlayar sejauh kurang lebih 1 km dari batas laut yang ditentukan. Yang ingin berkebun? boleh. Tapi ada syaratnya. Kelapa yang tumbuh subur di Sawondarek tidak bebas untuk diambil buahnya. Ada waktu-waktu tertentu untuk mengambilnya. Ada yang di “jatah” enam bulan baru boleh dipetik, ada yang di jatah setahun. Semua taat. Semua patuh. Tidak ada saling rebut, kuasa menguasai, saling serakah. Semua hidup untuk hari ini.

Kalau saja saya dan sedikit orang di Jakarta ini punya alasan sesimpel itu. Damainya mungkin sama seperti di Sawondarek =)

stuck! October 24, 2008

Posted by YuQiW in Uncategorized.
add a comment

Buntu…

Buntu..

Buntu.

.

..

….

…..