bagiku cinta telah mati hari ini…*hiperbola* September 16, 2010
Posted by YuQiW in Uncategorized.trackback
Menemukan catatan ini lagi diantara lembar catatan lusuh..*kebetulan* ini adalah sebuah cerpen di Kompas yang aku lupa siapa pengarangnya..*kebetulan* juga isinya pas dengan kondisi saat itu..hehehe bukan ingin membuka luka..hanya sebagai pengingat bahwa yang sudah ya sudahlah =)
Bandung..26 Mei 2005..
(Dua tahun setelah itu..)
Bagiku Cinta Telah Mati Hari Ini. Mungkin untuk saat-saat seperti ini, aku akan sepakat bahwa cinta tak layak hidup dalam jiwaku.
Sebuah peristiwa telah membuatku merasa bahwa cinta hanya sesuatu yang terlihat main-main, dan diucapkan secara main-main oleh seorang laki-laki yang ingin bermain –main dengan mengatasnamakan CINTA. Sungguh luar biasa.
Mulanya dengan segala kenaifan aku mempercayaimu. Namun lalu semua terjadi begitu tiba-tiba. Aku dipaksa percaya bahwa apa yang aku dengar itu benar adanya. Sebuah berita yang selama ini tak pernah terbayangkan akan aku dengar. Berita itu membuatku merasa bahwa kehidupanku akan menjadi segelap malam.
Ya, aku merasa hanya menjadi boneka mainanmu. Kapanpun kau menginginkanku , aku akan dengan senang hati menjadi budakmu. Aku perempuan, kodratku adalah menerima kata ajaib yang mampu memperkuat setiap kelemahan , yang mampu membuat dekat apapun yang jauh, yang mampu membuat indah apapun yang terlihat buruk.
Aku perempuan, mengharapkan kata CINTA keluar dari bibirmu saat kucumbu dikala gelisah datang, mengharapkan rasa sayang memancar dari sorot matamu yang setia kucium. Tapi kini , kata ajaib itu telah merubah wujudnya. Aku melihatnya sebagai sebuah mimpi buruk belaka.
Mungkin kau lupa, pertama kali kita kenal,kau senantiasa berkata bahwa akulah bintang , yang senantiasa benderang di gelapnya malam. Sungguh, pujian yang baru kurasakan sekarang, bahwa itu hanyalah rayuan gombal. Tapi baiklah, ini kurasa bukan waktu yang tepat untuk mengenang apa yang terjadi antara kita . Karena ada hal yang lebih penting dari semua itu . Sebuah berita kematian . Ya, aku mendengar berita kematian itu. Semula terdengar begitu samar, kemudian seiring berjalannya waktu, kabar kematian itu semakin jelas, semakin tegas. Ya benar sekali , kabar itu adalah kabar kematian atas CINTA YANG KITA BANGUN. Sebuah perjalanan singkat yang terlalu menyayat.
Aku tahu, mengharapkanmu untuk memilih adalah kemustahilan. Sebab kau selalu merasa bahwa hatimu adalah pasar malam . Siapapun boleh datang dan bermain dalam hidupmu, lantas berbagi cerita, hingga cinta pun bisa kau bagi. Aku tahu diri untuk hal ini.
jadi, biarlah aku yang memutuskan untuk pergi. melupakan apa yang telah terjadi. melupakan seluruh peristiwa yang indah bersamamu. mengembalikan lagi jarak . semoga saja, saat aku bertemu lagi denganmu, aku merasa bahwa kau adalah kawan biasa.
Jangan kau kira aku menyesal karena telah meyerahkan seluruh hidupku dibawah kakimu, SESEORANG YANG SEDETIKPUN TAK PERNAH MENCINTAIKU.
Aku tak menyesali apa yang telah terjadi antara kau dan aku. Aku hanya ingin berdamai dengan logika yang kumiliki.
Menyedihkan sebetulnya apalagi berpikir aku akan menjauh darimu, orang yang kucintai. Meski sampai detik ini pun aku tak pernah tau , untuk siapakah cinta yang kau miliki itu sesungguhnya?, Mungkin setelah ini ada lubang yang menganga dalam dadaku, SEBAB NAMAMU TELAH KULEPAS DENGAN PAKSA. Rasa kehilangan akan menerjangku dengan kekuatan yang sangat tinggi . Aku mungkin kalah, lantas terhempas , terseret terbawa arus , tenggelam atau bahkan hilang ditelan gelombang besar bernama: KEHILANGAN.
Tapi bukankah lebih baik menghilang daripada harus tetap tegak dengan dada berlubang karena merasa diabaikan?
***
HIDUP HARUS TERUS BERJALAN , TANPA ATAUPUN DENGANMU. Kehilangan adalah hal yang lumrah dalam hidup. Luka yang menganga dalam dada itu mungkin takkan terobati dalam hitungan dua sampai tiga tahun, bahkan mungkin lebih, tapi aku telah menyiapkan semuanya. Telah kusiapkan perbekalan, peta baru, penunjuk arah, sebuah tenda, raincoat, senter dan segenggam keberanian. Ranselku telah sarat . Aku telah siap menghadapi jalan yang terbentang panjang dihadapan, menghadapi cuaca dan musim yang akan cepat berganti, menentang badai dan topan kehidupan. TANPAMU. Bagimu ini mungkin terdengar berlebihan
MALAM INI JUGA AKU AKAN BERANGKAT . Memulai peta perjalanan baru. Meninggalkan semua kenangan yang pernah tercatat dalam puisi-puisi cengeng, dalam catatan panjang kesedihan. Meninggalkan sayu matamu yang senantiasa membuatku merasakan sebuah keterasingan yang menenggelamkan.
AKU AKAN PERGI JAUH. Mencoba mencari jalan baru agar kita tak pernah bertemu lagi dalam bentuk kebetulan sekalipun , kecuali jika Tuhan menginginkan.
Tak ada kata perpisahan bagimu, sebab kita tak pernah benar-benar bertemu. Kita hanya bertemu secara lahir, sedang jiwa kita tetap berjalan berjauhan. Satu hal yang ingin aku katakan kepadamu dan tak pernah berhasil kukatakan sebelumnya bahwa AKU MENCINTAIMU SEPENUH HATI , SEPENUH JIWA. Andai saja tak ada kabar kematian itu , aku akan sangat percaya bahwa kau menginginkan aku, utuh.
Kepergian ini tak pernah terencana. Aku memutuskan semuanya tiba-tiba.Ditengah-tengah kebahagiaan kita atas sebuah mimpi bersama. Sebab sebetulnya, kau dan aku adalah sepasang manusia tangguh yang mampu melakukan apa yang tidak bisa dilakukan orang lain.
Jangan pernah menyesal atas kepergianku ini.
Bukankah setiap orang bertemu untuk berpisah? Sejak adam dan hawa diciptakan, pertemuan dan perpisahan menjadi sebuah peristiwa yang sangat biasa.
Atau mungkin memang kau takkan pernah menyesal, BAHKAN SEBALIKNYA. Kau akan bahagia dan tertawa setelah kepergianku ini. Sebab setelah ini TAK AKAN ADA LAGI YANG MERENGEK MINTA DICINTAI. TAK ADA LAGI YANG AKAN MENYITA SEBAGIAN BESAR WAKTUMU. TAK ADA LAGI YANG MENCOBA MEMAKSAMU UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN-KEPUTUSAN SULIT.
Telah kusiapkan semuanya malam ini . Ya, hanya malam ini waktuku untuk bersiap. Sebab nanti, tepat saat hari berganti dan tanggal telah bertambah satu, aku akan benar-benar menghilang dalam hidupmu. Aku tak akan mengambil jalan di tempat biasa kau melangkah.
Aku ingin mencumbu bibirmu untuk yang terakhir kalinya, menatap matamu lekat, dan membiarkan pelukanmu membuatku merasakan kedamaian yang sangat , tapi semua itu tidak aku lakukan.
Aku pergi untuk tsunami yang tengah memporakporandakan seluruh batinku. Aku pergi untuk meredakan gempa yang datang bertubi-tubi menghancurkan gedung-gedung berhiaskan namamu dalam dadaku. Aku pergi untuk sebuah cinta yang tak bisa berwujud. Aku pergi untuk menata ulang semuanya. Membangun kembali peradaban dalam hati yang telah rusak dan lebur oleh amukan badai.
Terima kasih untuk hari-hari yang tak mungkin terjadi seandainya kita tak bertemu. Terimakasih untuk seluruh perhatian yang kau curahkan MESKIPUN AKU TAHU , ITU HANYALAH SEBUAH CINTA YANG SEMU. Terimakasih karena membuatku pernah merasakan berada dalam suatu sinergis yang melenakan. Namun semuanya telah meyakinkan aku, bahwa hidup memang indah untuk dilalui.
Aku pergi dalam doa dalam hati: Kelak jiwaku yang dalam tak punya lagi bayangan jika berjalan. Dibawah matahari atau lampu terang; jiwaku adalah sinar itu sendiri..Selamat Tinggal!
*Buat kamu..semusim*



Comments»
No comments yet — be the first.